how to drive a fake life

Little family  (Taken with instagram)

Little family (Taken with instagram)

“Sebenarnya, kalau mau jujur, saya sering sekali juga gagal. Hanya, yang gagal-gagal itu jarang disebutkan. Sebab, setiap saat selalu ada pertanyaan tentang sukses. Tidak pernah ada pertanyaan tentang kegagalan.”
Dahlan Iskan (via kuntawiaji)
“Jangan habiskan waktu memikirkan orang-orang yang tidak menaruh namamu di hatinya.”
Asma Nadia (via sept19th)

(Source: kuntawiaji, via sept19th)

“Ibu mencintai kita seolah tak ada hari esok, sementara kita terus berjanji akan membahagiakannya besok atau nanti, jika sudah selesai dengan diri kita sendiri. Mungkin kita berjanji—diucapkan atau sekadar pada diri sendiri—akan membelikannya rumah megah, mobil mewah, atau memberangkatkannya naik haji. Tapi kapankah akan terjadi? Entahlah, tidak ada yang tahu. Sementara ibu kita terus menyayangi dan mencintai kita dengan luar biasa, meski dengan cara-cara sederhana. Mendoakan kita, mencium atau tersenyum. Kita? Entahlah. Barangkali takdir kedua kita sebagai anak adalah (mengaku) mencintai ibu kita, dengan pembuktian-pembuktian yang selalu tertunda.”
Fahd Djibran (via kuntawiaji)

(Source: catmonster, via sept19th)

“Pacarmu belum tentu akan jadi jodohmu, tapi jodohmu adalah pacarmu, kekasih halalmu. Mengapa harus menangis untuk dia yang belum tentu akan halal?”

(Source: uuphii, via erstudio)

surprise !! terima kasih surprisenya buat ultahku yaaa :3 @dhilol @ka_rikawulan @dewiraraa @mazbagus @galuhtamadhan <3 <3 i love you so much alll